Tampilkan postingan dengan label Non-Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Non-Fiksi. Tampilkan semua postingan

6/15/2019

Siapa Manusia itu?



Mungkin ada yang menganggap bahwa manusia merupakan makhluk yang superior dari makhluk lain, ada pula yang menganggap manusia itu memang unik, berada di luar dari istilah makhluk itu sendiri. Seperti yang kita tahu, kita sebagai manusia adalah penguasa dari planet bumi ini dengan kepintaran yang dimiliki. Namun, manusia itu tidak serius mencari tentang keberadaan dirinya sendiri di bumi. Alih-alih bersikap angkuh memandang dirinya sebagai puncak dari segala makhluk yang ada. Tetapi, apa itu sudah menjadi kodratnya manusia sebagai penguasa di puncak mata rantai? Atau hal itu hanya kebetulan yang tidak disengaja?

Dalam buku yang berjudul “Sapiens”, Yuval Noah Harari sangat serius membahas tentang spesies Homo Sapiens (manusia) dalam askpek kecerdasan dan kemajuan umat manusia. Yuval menerangkan bahwa manusia

12/29/2018

Kosmos - Carl Sagan




Carl Sagan dalam bukunya yang berjudul “Kosmos” ingin memberitahu kepada kita sebagai umat manusia bahwa alam semesta ini sungguh menakjubkan. Dalam bukunya, dia menjelaskan bagaimana mula-mula kehidupan pertama tercipta, lalu menceritakan sedikit sejarah kita sebagai penghuni planet Bumi ini, para tokoh yang sudah berperan penting dalam perkembangan astronomi, berbagai metode untuk menemukan planet lain yang memiliki kehidupan, dan terakhir menceritakan

5/11/2018

Hirarki Alam

     Di dalam alam terdapat sebuah hirarki, hirarki itu dapat dianalogikan sebagai piramida. Menurut Leopold, alam digambarkan sebagai suatu piramid, di mana bagian paling bawah adalah tanah, kemudian dilanjutkan dengan tumbuhan yang tumbuh di atas tanah, selanjutnya serangga-serangga yang menggantungkan hidupnya pada tumbuhan, burung-burung yang memakan serangga, begitu seterusnya hingga mencapai puncaknya. Namun, hubungan mereka di setiap bagian dalam piramid bukan suatu yang sifatnya hirarki, tetapi lebih kepada hubungan yang saling

5/05/2018

Game sebagai Karya Seni

Istilah ‘game’ berasal dari bahasa inggris yang memiliki arti ‘permainan’. Di mana game tersebut diartikan sebagai sesuatu yang dapat dimainkan dengan aturan-aturan tersendiri di dalamnya. Pada perkembangannya game ini mengalami perkembangan yang begitu pesat sehingga perubahan yang terjadi baik dari sudut audio dan visual semakin beragam dan lebih baik tentunya. Saya mencoba memaparkan bahwa game yang biasanya kita kenal hanya sebatas alat permainan justru dapat dikatakan sebagai sebuah karya seni. Lantas apa yang membuat game dapat dikatakan sebagai sebuah seni? Tentu satu hal yang menjadi dasar dalam hal ini berkaitan dengan

4/24/2018

Pendidikan Itu Ritual


     Pendidikan di sekolah sangat penting untuk mendapatkan pengetahuan. Pengetahuan yang kita perlukan dalam keseharian. Contohnya, berapa jarak dari bumi ke bulan? Hal itu tidak dapat diketahui bila kita tidak belajar matematika, geografi dan astronomi. Pendidikan, khusunya di sekolah, menjadi wadah untuk membagikan pengetahuan ke siswa dan orang di sekitarnya.


Pada kenyataannya, pendidikan sekolah tidak membawakan

5/16/2017

Makanan Dan Dikotomi Mind~Body


Secara umum kita ketahui bahwa makanan (food) adalah suatu benda (substansi) yang dapat dikonsumsi oleh tubuh, baik diolah atau mentah, dan menghasilkan energi untuk beraktivitas.[1] Bagi ilmu pangan, makanan merupakan benda fisik khas yang mengandung berbagai nutrisi dengan berbagai sifat. Seperti, kopi yang memiliki zat kafein atau dalam buah jeruk terdapat vitamin C. Tetapi, yang mau dibahas di sini bukan mengenai hal itu. Namun, saya ingin menjelaskan bahwa dalam membicarakan makanan terdapat dikotomi, yaitu mind[2] dan body[3].

1/29/2016

ILMU DEDUKSI SHERLOCK HOLMES



Siapa yang tidak kenal dengan Sherlock Holmes! Ya, dia adalah seorang detektif konsultan berkebangsaan inggris yang terkenal akan ketajaman penalaran logis, kemampuan menyamar, dan keterampilannya dalam menggunakan ilmu forensik untuk memecahkan berbagai kasus. Kemampuannya yang luar biasa cerdas membuat kita selalu berdecak kagum di setiap aksinya. Sering kali perbuatan yang dilakukan oleh tokoh fiktif ini tidak terpikirkan oleh kita, bahkan bisa dibilang cukup psikopat. Terlepas dari fiktif atau tidak, apakah yang membuat Sherlock Holmes bisa begitu cerdas? Mungkinkan bagi kita memiliki kemampuan seperti dia? Tentu saja ada, yaitu penalaran Deduksi.

1/26/2016

LGBT dan Arus Pemikiran



Akhir-akhir ini, banyak polemik seputar organisasi Support Group and Resource Center on Sexuality Studies, University of Indonesia (SGRC-UI). SGRC singkatnya ialah organisasi yang membahas isu-isu gender dan seksualitas. Konflik pun muncul dengan sangat cepat diberbagai kalangan, bahkan pihak kampus-UI, terkait dengan kerja sama SGRC-UI dengan Melela.org (Komunitas LGBT). Sehingga, banyak orang yang menyamakan organisasi SGRC dengan komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).

1/23/2016

THINKING, FAST AND SLOW


Pemahaman kita tentang pertimbangan dan keputusan belum begitu cukup. Sering kita merasa kesulitan dalam memilih langkah yang ingin kita diambil. Hal itu dikarenakan ketidaktahuan cara kerja mental dalam prilaku diri kita sendiri. Menyebabkan kesalahan parah dan sistematis saat bertindak. Segala pertimbangan dan keputusan kita tidak lepas dari sistem pemikiran yang kita miliki. Menurut Daniel Kahneman, manusia memiliki dua sistem pemikiran, yaitu sistem 1 menghasilkan berpikir cepat dan sistem 2 menghasilkan berpikir lambat. Kahneman menyebut ciri-ciri pemikiran itu sebagai pemikiran intuitif dan deliberatif, yang seolah-olah keduanya merupakan sifat dan pembawaan dua karakter dalam mental manusia.

1/18/2016

CONTAGIOUS



          Bagi sebagian orang akan merasa sulit untuk menemukan cara untuk menjadikan sesuatu populer, atau bahkan lebih populer. Khususnya para pebisnis yang ingin memasarkan produknya, tentu itu merupakan sebuah modal dasar bagi pergerakan bisnis mereka. Orang-orang tentu ingin produknya diminati, laris, dan mudah diterima secara luas oleh konsumen, namun sering kali mengalami kendala. Kita ketahui, sudah ada banyak pengusaha yang langsung gagal ketika membuka awal bisnisnya. Jadi bagaimana menularkan gagasan atau ide bisnis kita, sehingga bisa diterima dan menjadi populer di masyarakat. Pertanyaan itu telah dijawab oleh Johan Berger dalam penelitiannya.

1/14/2016

MINDSET



Dalam mengatasi sebuah masalah dalam hidupnya, manusia memiliki pola pikir (mindset) yang berbeda-beda. Perbedaan itu terlihat ketika manusia membedakaan dirinya dengan manusia lain dengan corak tubuhnya, dengan kata lain secara fisik. Namun, perbedaan itu juga terjadi pada taraf intelektual, pemikiran, dan daya rasional seseorang dalam mengatasi berbagai persoalan. Ada orang yang melakukan kesalahan yang terus saja diulanginya. Hal itu dikarenakan dia tidak mengetahui cara merubah mindset pada dirinya dalam melihat kegagalan. Sehingga orang tersebut tak akan pernah sukses dalam hidupnya. Menurut Carol S. Dweck, mindset memiliki dua jenis, yaitu fixed mindset (mindset tetap) dan growth mindset (mindset berkembang).